Thursday, March 8, 2007

+ Panggil Namaku 3 X +

Yesterday after having diner with my beloved cayunk at " Kedai AlonG - Mkn Nasi Lemak yang nama sambal nyee fuhhhh meletup beb..... saya siap tambah-tambah.Anyway .....merindu juga ngan Nasi Lemak nih... hehehehe. So mlm nye lepak umah ngan kengkawan ......... apa lagi, layan another Movie - Tajuk dia mcm kat bawah tue. Ok aaa juga tapi best lagi Lentera. Anyway Ada style lah movie ni. So sesapa yg suka cita mcm ni, selamat TONTON ya..... adios.

Kehidupan remaja yang indah dan penuh suka, rupanya tak berlaku buat gadis bernama Lara (Hayria Lontoh). Lara...ia memang gadis yang penuh lara. Ia hidup di bawah bayang-bayang sang nenek, Oma Mer (Titi Qadarsih) yang otoriter dan cenderung kolot.
Hari-harinya hanya dalam kesendirian di kamarnya yang sunyi. Teman satu-satunya yang bisa mengerti dirinya hanyalah Romeo. Tapi sayang, ia hanyalah sebuah boneka yang tak bisa berkata-kata dan memberinya petuah manis.
Kini usianya 17 tahun. Sebuah pesta kecil digelar di ruang kamarnya yang sunyi. Hanya Romeo yang menemaninya. Lalu, ketukan pintu terdengar. Sebuah kado ulang tahun diberikan Oma Mer, "Dari ibumu di Prancis," ucapnya judes.
Betapa girangnya Lara. Sebab, kado pemberian sang ibu tak lagi sebatas buku bacaan. Tapi sebuah peralatan kosmetik. Lara boleh bungah tapi tidak buat Oma Mer. Direbutnya kado itu. "Kamu Nggak boleh pakai ini," ujar Oma garang. Si Oma tak setuju lantaran kado itu Lara jadi kegenitan. "Ini simpan saja di lemarimu," katanya sambil mengembalikan bungkusan kado itu.
Nasib Lara memang lara. Ia tak bisa tumbuh seperti gadis-gadis usianya. Inilah yang justru menjadikannya tampil beda. Meski tergolong cerdas, dalam penampilan Lara tampak lugu dan kaku. Itu pulalah yang membuat rekan sekolahnya menyebut dirinya si Cupu... Ya Lara si Cupu, kependekan dari Culun Mampus!
Lara hanya pasrah dan tak berdaya ketika teman sekolahnya Sharon (Nita Ferlina) dan gengnya berbuat aniaya terhadapnya. Terlebih ketika Lara nekad membuat malu Sharon di hadapan guru dan teman-temannya. Sharon terpaksa harus menjalani hukum.
Inilah yang membuat amarahnya meradang. Di WC sekolah, Lara dihajar Sharon dan dua rekannya Nadia (Sita Simanjuntak) dan Mia (Cynthia), hingga tak berdaya. Tubuhnya lunglai.
Sejurus kemudian ia justru terperangah dan tak bisa berkata-kata. Hembusan angin menerpanya kuat. Cermin di depannya seolah hendak berkata. Sebuah tulisan berwarna merah darah seketika muncul: Aku berakhir di sini dengan kepedihan! Aku berakhir di sini dengan penghinaan! Kalau kamu butuh bantuanku Panggil namaku tiga kali: Rosemary Marian...Rosemary Marian...Rosemary Marian
Dari sini awal perkenalan Lara dengan teman gaibnya. Ia datang laksana penyelamat bagi Lara. Setelah "berkenalan" dengan Rosemary Marian, Lara cukup memanggilnya agar arwan Rosemary masuk dalam dirinya.
Sedetik saja, wujud Lara berubah. Ia tak lagi Cupu, seperti kata teman-temannya. Lara muncul jauh melebihi keelokan paras Sharon. Bahkan, lagaknya yang lugu dan kampungan tak lagi tampak. Ya....ya...ia kini berubah menjadi gadis yang penuh pesona.
Sayang, Rosemary punya ambisi lain. Raga Lara hanyalah dijadikan tempat baginya untuk menuntut balas. Nasib lah yang telah membuatnya tak nyaman di alam sana. Arwahnya gentayangan dengan menyimpan dendam.
Tepat di WC sekolah yang sama, ia diperlakukan tak adil oleh rekan-rekan sekolahnya. Ia pun kemudian memilih mengakhiri hidupnya.

No comments: